Analisa Usaha Budidaya Jamur Tiram Modal Kecil Menguntungkan

Analisa Usaha Budidaya Jamur Tiram Modal Kecil Menguntungkan

Budidaya Jamur Tiram – Jamur merupakan salah satu tumbuhan yang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Tumbuhan yang tidak memiliki zat hijau daun ini dikenal memiliki berbagai macam jenis yang kesemuanya memiliki katakteristik masing masing dan dari sekian banyak jenis jamur yang dikenal masyarakat Indonesia terdapat beberapa jenis jamur konsumsi yang paling terkenal salah satunya adalah jamur tiram.

Jamur tiram merupakan tanaman yang masuk ke dalam kelompok Basidiomycotta dan memiliki nama latin Pleurotus ostreatus serta merupakan jenis jamur yang paling digemari untuk diolah menjadi berbagai jenis masakan dan seperti halnya jamur lain, jamur tiram tidak memiliki zat hijau daun.

Menurut medis, Jamur Tiram memiliki kandungan zat yang berguna bagi kesehatan, seperti yang kami kutip dari Wikipedia,

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sunan Pongsamart menengai kimia bilogi di Universitas Chulangkorn fakultas farmasi, dijelaskan bahwa di dalam jamur tiram terdapat beberapa kandungan zat di antaranya adalah kalori, karbohidrat, protein, dan air. Selain itu, juga terdapat serat zat besi dan kasium serta beberapa vitamin seperti B1, B2, dan C

Jamur tiram sendiri memiliki kandungan nutrisi berupa protein yang memiliki prosentase 10,5 % – 304%. Sementara jika di kalkulasi dalam setiap 100 gram jamur tiram terdapat 367 Kalori, 56,6% kandungan karbohidrat, 0,2 mg Thiamin, 77,2 mg Niacin, 314 mg kalsium, 1,7 – 2,2 % lemak.

Kecuali itu, di dalam jamur tiram juga terdapat sekitar 24, 6 % serat sehingga sangat cocok untuk mereka yang sedang menjalani program diet.

Sementara itu, menurut Dirjen Holtikultura Departemen Pertaninan, protein yang terdapat dalam jamur tiram adalah sekitar 3,5 % – 4 % dari berat basah atau dengan kata lain kandungan protein dalam jamur dua kali lipat lebih tinggi daripada kubis dan asparagus.

Lemak yang terdapat dalam jamur juga tidak berbahaya bagi tubuh yang menerita hiperkolesterol sehingga aman dikonsumsi setiap hari. ( sumber : wikipedia jamur tiram )

Tingginya kandungan nutrisi di dalam jamur menjadi pertimbangan mengapa jamur mulai digemari oleh masyarakat luas terlebih rasa kenyal menyerupai daging menjadi cita rasa khas yang membuat lidah ketagihan.

Kisah Sukses Pelaku Usaha Rumahan Budidaya Jamur Tiram

Di Desa Danau Lais Kecamatan Khayan Tengah Kalimantan Tengah, beberapa warga masyarakat terlihat begitu semangat melakukan usaha rumahan budidaya jamur.

Bukan hanya kaum pria, para ibu rumah tangga juga ikut andil dalam menjalankan usaha rumahan jenis budidaya jamur ini. Selain menguntungkan, bisnis budidaya jamur juga menjadi salah satu bisnis yang mudah dan ringan dilakukan bagi segala kalangan baik pria maupun wanita.

Berawal pada tahun 2010, Ibu Atie membentuk kelompok usaha yang dinamai dengan nama Sengalang Hapakat. Kelompok Usaha ini terdiri dari 12 orang anggota dan Ibu Atie sebagai pelopor.

Kedua belas anggota ini kemudian mendapatkan pelatihan budidaya jamur tiram dari seorang pembudidaya yang telah sukses dalam membudidayakan jamur tiram yang berlokasi di Jawa Timur.

Berbekal ilmu dari pelatihan inilah kemudian kelompok usaha tersebut mencoba mendirikan usaha budidaya jamur tiram di desa mereka.

Pada tahun 2011, mereka mencoba memproduksi Baglog dan Kumbung sehingga kemudian usaha mereka terus berkembang hingga mencapai omzet 127 juta. Dari uang tersebut kemudian setiap anggota menjalankan usaha budidaya jamur sendiri dan merambah kepada masyarakat lain.

Pendapatan Atie Sendiri ternyata mencapai Rp. 10. juta per bulan. Setiap 6 bulan, ibu Atie dapat memproduksi jamur hingga 4 ton lalu ia jual ke konsumen.

Kesuksesan Ibu Atie merupakan salah satu contoh dimana keberhasilan suatu usaha tidak bergantung kepada title atau tingginya tingkat pendidikan, Ibu Atie adalah seorang ibu yang tidak pernah tamat SD namun sukses berkat keberanian dan ketekunannya dalam memanfaatkan peluang usaha rumahan budidaya jamur tiram.’

Analisa Usaha Rumahan Jamur Tiram

Anda sebenarnya bisa menjadi petani jamur dengan dua sistem dasar :

  1. Membuat baglog sendiri lalu menjual baglog jamur tersebut atau membuidayakannya sendiri
  2. Membeli baglog dari produsen baglog lalu kita tinggal merawat baglog tersebut.

Dalam ulasan analisa usaha rumahan budidaya jamur tiram yang akan saya terangkan dibawah ini, saya akan merujuk pada sistem yang ke dua yaitu kita membeli baglog jamur lalu kita merawat jamur tersebut sehingga kita tidak perlu membuat baglog.

Pengeluaran Bulanan

Asumsi kita akan membudidayakan jamur sebanyak 6000 baglog dengan harga per baglognya adalah Rp. 1.000 maka kebutuhan bulanan yang di butuhkan adalah

  1. Biaya Pembelian 6000 baglog x Rp. 3.000 = Rp. 18.000.000
  2. Listrik, Tangki air sprayer dll selama 4 bulan = Rp. 1.000.000
  3. Biaya transportasi = Rp. 300.000
  4. Lahan = Rp. 3.000.000

Total pengeluaran bulanan = Rp. 22.300.000

Pemasukan

Dengan tingkat kegagalan sebesar 10 % sehingga anggap bahwa hanya 5400 baglog yang dapat berproduksi. Dari setiap baglog menghasilkan 0,7 Kg selama masa panen dengan harga per kilogram jamur sekitar Rp. 10.000 /kg

Total pendapatan = 5400 baglog x 0,7 kg x 10.000 = 37.800.000
Keuntungan : Rp. 37.800.000,- – Rp. 22.300.000 = Rp.15.500.000

Pemasaran Bisnis Rumahan Jamur Tiram

Dalam memasarkan jamur tiram, agar pendapatan anda maksimal lakukan beberapa hal di bawah ini :

1. Jaga Ketersediaan Jamur dengan Penjualan Di Pasar

Salah satu cara menjual jamur adalah dengan cara menyuplai jamur kepada para pegadang di pasar maupun di tempat lain.

Agar kredibilitas anda terjaga sekaligus pula menjaga nama baik si pedagang, maka ketersediaan barang hasil produksi harus terjaga oleh karena itu, menyeimbangkan antara prediksi produk dengan jumlah pedagang merupakan hal yang sangat penting.

2. Menjaga Kualitas Hasil Panen

Di bidang penjualan, kualitas produk merupakan salah satu penentu dari kepuasan pelanggan. Agar produk anda semakin laris maka anda perlu menjaga kualitas panen anda baik ketika baru memulai usaha rumahan jamur tiram maupun ketika anda usaha rumahan anda sudah berkembang.

Selain itu, untuk mengurangi resiko tercampurnya hasil panen yang buruk dengan yang baik, maka perlu dilakukan filterisasi hasil panen kemudian dari jamur hasil filterisasi tersebut ditetapkan harga yang berbeda tergantung kualitas jamur yang dipanen.

3. Memberi Kemasan dan Label

Membangun brang atau merk merupakan kegiatan usaha yang amat penting. Dengan semakin ketatnya tingkat persaingan usaha jamur, maka membangun merk atau branding product menjadi hal wajib agar hasil produksi jamur anda akan terus dinanti oleh para pecinta makanan jamur.

4. Kerjasama Dengan Petani Lain

Sesama petani jamur merupakan mitra terbaik untuk saling membantu, ketika anda mendapatkan pesanan yang besar melebihi hasil produksi, maka petani lain dapat membantu anda untuk menyediakan kekurangan pesanan tersebut pun sebaliknya sehingga terdapat simbiosis mutalisme atau hubungan timbal balik yang saling menguntungkan diantara sesama petani.

5. Lakukan secara Online

Selain menjajakannya di pasar atau melalui pedagang, anda juga bisa menjual produksi jamur melalui internet. Dengan kemajuan jaman yang telah merambah di berbagai bidang, dunia internet telah menjadi salah satu kebutuhan vital serta alat atau sarana yang sangat berguna untuk mengembangkan usaha rumahan yang kita jalani.

Dengan GO ONLINE, produk kita diharapkan akan semakin terkenal serta memperluas pangsa pasar produk yang kita panen.

Apakah anda tertarik untuk menjalankan usaha rumahan budidaya jamur tiram? Jika anda berminat segera hubungi pembudidaya yang sukses atau ikuti pelatihan – pelatihan jamur secara langsung yang kini telah banyak beredar di internet.

Sangat saya sarankan agar anda belajar melalui pelatihan langsung kepada para pembudidaya yang telah sukses karena model pembelajaran seperti itu akan lebih cepat dan lebih aman.

http://sun.ccjhs.tp.edu.tw/blog/trackback.php?id=939

1